Akibat Tumpukkan Sampah, Menimbulkan Bau Tak Sedap dan Pencemaran Lingkungan

Penametah.co.id,Singkawang,Kalbar ~Pemandangan tak sedap berupa tumpukan sampah yang dibuang sembarangan pas di belakang Bank Mandiri Singkawang di jalan Merpati kelurahan melayu Kecamatan Singkawang Barat kembali menjadi perhatian serius.”(8/6/2025).

Di tengah kesibukan kota Singkawang, masalah penumpukan sampah di pinggir jalan menjadi sorotan utama. Para penduduk setempat dikejutkan dengan jumlah sampah yang semakin bertambah ditepi jalan, menciptakan pemandangan yang tidak menyenangkan dan memunculkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap lingkungan.

Penumpukan sampah ini terutama terjadi di sepanjang jalan-jalan utama dan area publik yang ramai. Banyak warga yang menyatakan keprihatinan mereka atas masalah ini, merasa bahwa penanganan sampah yang tidak efektif telah mengganggu kenyamanan dan keindahan lingkungan sekitar.

Sampah yang menumpuk di pinggir jalan merupakan hasil dari kebiasaan membuang sampah sembarangan oleh masyarakat atau kurangnya sistem pengelolaan sampah yang efektif di suatu daerah. Sampah tersebut bisa berupa berbagai macam material seperti plastik, kertas, kardus, sisa makanan, dan barang-barang lainnya.

Meskipun berbagai upaya sosialisasi masih banyak oknum warga yang kedapatan membuang sampah tidak pada tempatnya, mencemari lingkungan dan merusak estetika kota.yang jelas pencemaran lingkungan baik bau,maupun pemandangan yang tidak sedap.

Pantauan di lapangan menunjukkan, tumpukan sampah yang didominasi oleh sampah rumah tangga dan plastik terlihat di beberapa titik di pinggir jalan utama.

Kondisi ini tidak hanya menimbulkan bau yang tidak sedap, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penyakit dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan.

Dan kami warga setempat (Yang tidak mau di sebut namanya) mengharapkan adanya imbauan ataupun sejenisnya kepada Pemerintah Kota Singkawang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) agar kembali menyampaikan imbauan keras kepada seluruh warga (masyarakat) untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Diharapkan, dengan adanya kesadaran dan tindakan nyata dari seluruh warga, pemandangan tumpukan sampah di pinggir jalan agar tidak lagi menjadi masalah yang terus berulang.

Namun berdasarkan hasil pengamatan, pihaknya menilai keengganan membuang sampah ke TPS yang sudah disediakan itulah yang menjadi penyebab utama adanya hamparan sampah.

“Sebenarnya di lokasi hamparan itu sudah ada TPS (tempat pembuangan sampah) tapi tetap saja dilanggar,” sambungnya.

“Pengelolaan sampah ini juga perlu kesadaran warga akan pentingnya menjaga lingkungan, karena sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi juga tanggung jawab seluruh masyarakat,” ujarnya.

Pewarta : Ary
Tim Investigasi Awak Media Mata Elang Singbebas