Musda MABM Ketapang November 2026: Tiga Tokoh Senior Mulai Diperbincangkan

Penamerah.co.id,Ketapang, Kalbar — Musyawarah Daerah (Musda) Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Kabupaten Ketapang yang diperkirakan digelar November 2026 mulai memunculkan dinamika.

Tiga nama tokoh senior mulai diperbincangkan: H. Abdulbad H.A. Rani, H. Darmansyah, dan H. Irvan Masyad.

Ketiganya memiliki rekam jejak panjang dalam lingkungan adat dan budaya Melayu, tetapi datang dengan pengalaman organisasi yang berbeda. Belum ada penetapan resmi mengenai siapa yang akan maju dalam Musda.

Abdulbad H.A. Rani, pengalaman di Dewan Penasihat

H. Abdulbad H.A. Rani dikenal sebagai Ketua Dewan Penasihat MABM Kabupaten Ketapang. Pengalaman panjangnya di lingkungan adat dan budaya Melayu membuat namanya masuk dalam pembicaraan menjelang Musda.

Posisi tersebut memberinya pengalaman dalam mengawal perjalanan organisasi dari sisi kelembagaan dan arah kebijakan.

Namun,Sejauh ini belum ada pernyataan resmi mengenai pencalonannya.

Darmansyah, lama di kelembagaan adat

H. Darmansyah memiliki rekam jejak panjang di kelembagaan adat MABM. Ia dikenal menjabat sebagai Ketua Dewan Adat sejak 2013 hingga sekarang.

Pengalaman tersebut menjadi modal tersendiri dalam memahami persoalan adat, budaya, dan dinamika masyarakat Melayu Ketapang.

Namanya juga pernah tercatat dalam kegiatan pemerintahan dan kemasyarakatan, termasuk dalam unsur bidang perekonomian dan infrastruktur TP3D Kabupaten Ketapang.

Irvan Masyad, pengalaman memimpin MABM

Sementara H. Irvan Masyad memiliki pengalaman langsung dalam struktur MABM.

Ia disebut pernah menjabat Wakil Ketua Umum DPP MABM Kalimantan Barat pada 2013–2018 dan 2018–2023. Pada periode 2023–2026, Irvan dipercaya sebagai Ketua DPD MABM Kabupaten Ketapang.

Pengalaman tersebut membuat Irvan memiliki rekam kepemimpinan langsung di organisasi.

Dalam sejumlah agenda kebudayaan, ia juga masih tampil sebagai pimpinan MABM Ketapang, termasuk Pagelaran Seni Budaya Melayu 2025.

Namun, pengalaman sebagai ketua periode berjalan juga tidak otomatis menjadikannya calon pada Musda mendatang. Keputusan tetap bergantung pada mekanisme organisasi.

Tiga nama, tiga rekam jejak

Ketiga tokoh tersebut memiliki modal yang berbeda.

Abdulbad membawa pengalaman senior dari Dewan Penasihat. Darmansyah memiliki rekam panjang dalam kelembagaan adat. Sementara Irvan memiliki pengalaman struktural dan kepemimpinan langsung di MABM.

Perbedaan itulah yang membuat dinamika Musda menarik untuk dicermati.

Lebih dari sekadar pergantian kepengurusan, Musda akan menentukan arah MABM Ketapang di tengah tantangan pelestarian adat, regenerasi, penguatan kebudayaan, dan hubungan organisasi dengan masyarakat serta pemerintah daerah.

Siapa mendapat mandat?

Sampai saat ini, belum ada keputusan resmi yang menetapkan Abdulbad H.A. Rani, Darmansyah maupun Irvan Masyad sebagai calon Ketua DPD MABM Ketapang.

Karena itu, penyebutan ketiga nama tersebut masih sebatas membaca dinamika yang berkembang menjelang Musda.

Pada akhirnya, bukan nama yang disebut lebih awal yang menentukan, melainkan proses pencalonan, dukungan peserta, gagasan yang ditawarkan, dan keputusan forum Musda.