Penamerah.co.id,Ketapang Kalbar – Kabupaten Ketapang bersiap menghadirkan sebuah kolaborasi yang menarik, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) cabang pencak silat yang berorientasi pada olahraga prestasi direncanakan digandeng dengan Festival Pencak Silat Tradisional atau Silat Kampung dalam satu rangkaian kegiatan pada 12–17 November 2026.
Agenda bertajuk Piala Pendekar Wira Utama ini menjadi upaya mempertemukan pencak silat sebagai cabang olahraga prestasi dengan pencak silat tradisonal sebagai warisan budaya yang hidup di tengah masyarakat.
Dalam rencana penyelenggaraannya, Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) menaungi kegiatan Porprov, sedangkan Festival Pencak Silat Tradisional digawangi Barisan Pendekar Wira Utama (BPWU) melalui kolaborasi bersama organisasi budaya, yakni PLK Ketapang dan Persatuan Orang Melayu (POM).
Keterlibatan BPWU menjadi sorotan karena festival tersebut tidak hanya diarahkan untuk menampilkan seni bela diri tradisional, tetapi juga memperluas ruang bagi pelestarian budaya dan tradisi Pencak Silat di Ketapang.
Rangkaian festival akan semakin semarak dengan sejumlah agenda budaya, meliputi lomba Gendang Tar Hadrah, Syair Gulung, dan Zapin Kreasi. Perpaduan ini diharapkan menghadirkan ruang pertemuan antara olahraga, seni, tradisi, dan budaya lokal.
Khusus untuk Festival Pencak Silat Tradisional, Pitriyadi, S.Hut., M.Si., diberikan amanah dan tanggung jawab oleh Pendekar Wira Utama, Alexander Wilyo, untuk memimpin panitia pelaksana kegiatan tersebut.
Kolaborasi ini mengusung gagasan bahwa pencak silat tidak hanya berbicara tentang pertandingan, teknik, dan prestasi, tetapi juga menyimpan nilai sejarah, identitas, serta kearifan lokal yang perlu diwariskan.
Jika terlaksana sesuai rencana, penyatuan agenda olahraga prestasi dan festival silat tradisional ini akan menjadi salah satu langkah menarik dari Ketapang dalam mempertemukan dua ruang dalam satu perhelatan.
BPWU bersama mitra budaya diharapkan dapat menjadikan momentum tersebut sebagai ruang regenerasi pendekar sekaligus panggung bagi seni dan tradisi lokal agar tetap dikenal dan berkembang di tengah masyarakat.(hd)













