Penamerah.co.id|PESAWARAN, (13 Oktober 2026) — Kelompok Taruna Tani Nawasena Sejahtera Abadi di Dusun Sidorejo, Desa Banjaran, Kabupaten Pesawaran, Lampung, berhasil memanen semangka pada Selasa (13/10/2026). Keberhasilan ini membuktikan potensi lahan tidur untuk dikembangkan menjadi lahan pertanian produktif.

Kelompok tani yang diketuai Suratno alias Kitung tersebut mengembangkan budidaya semangka melalui kerja sama antaranggota. Di tengah keterbatasan air, para petani muda tetap berupaya mengoptimalkan lahan yang tersedia demi menghasilkan panen sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat pedesaan setempat.

Kegiatan panen tersebut dihadiri Yulian Nursasongko, anggota DPRD Kabupaten Pesawaran, yang meninjau langsung hasil pertanian. Turut hadir Sigit Muharso, S.H., Ketua DPC F HUKATAN KSBSI Kabupaten Pesawaran, untuk menyaksikan perkembangan usaha kelompok tani binaan organisasi tersebut.

Kelompok Taruna Tani Nawasena Sejahtera Abadi berada dalam naungan Pengurus Komisariat F HUKATAN KSBSI. Kegiatan pertanian ini menjadi bagian pemberdayaan anggota melalui sektor ekonomi produktif, sekaligus mendorong generasi muda agar berani mengembangkan usaha dan melihat pertanian sebagai peluang masa depan.

Yulian Nursasongko mengapresiasi semangat petani milenial yang mampu menghasilkan panen melimpah meskipun menghadapi keterbatasan air. Ia menyampaikan bahwa kunjungan dilakukan untuk melihat langsung kondisi pertanian sekaligus memahami potensi dan kebutuhan petani di Desa Banjaran.
“Saya diinformasikan bahwa di Desa Banjaran ada kelompok petani milenial yang sedang panen semangka hari ini. Jadi, saya coba ikut meninjau langsung di lapangan. Saya melihat hasil panennya, Alhamdulillah melimpah,” ujar Yulian saat meninjau lokasi.
Menurut Yulian, keberhasilan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi kelompok tani lainnya, khususnya kalangan generasi muda. Ia menilai semangat petani dalam menghadapi keterbatasan sumber daya perlu terus dipelihara agar pengembangan sektor pertanian dapat berlangsung secara berkelanjutan.
“Ini apresiasi untuk para petani, khususnya kaum milenial. Ini agar menjadi motivasi untuk petani-petani yang lain. Ternyata dengan kondisi seperti ini, dengan lahan yang memang kekurangan air, mereka masih bisa survive,” tambahnya.
Di balik keberhasilan panen, kelompok tani masih membutuhkan dukungan sarana dan prasarana, terutama rotary roda empat, mesin pompa air, serta peralatan pendukung lainnya. Bantuan tersebut diharapkan dapat mempermudah pengolahan lahan, mengatasi keterbatasan air, dan meningkatkan efisiensi biaya produksi.
Yulian berharap kunjungannya dapat menjadi bahan pertimbangan untuk mendorong program pertanian yang sesuai kebutuhan kelompok tani. Ia juga berpesan agar petani tetap bersemangat menghadapi tantangan pemasaran dan penyakit tanaman, serta tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan.
Panen semangka ini menjadi momentum bagi Kelompok Taruna Tani Nawasena Sejahtera Abadi untuk terus mengembangkan potensi lahan tidur di Desa Banjaran. Melalui dukungan pemerintah, pendampingan, ketersediaan air, dan akses pasar, pertanian diharapkan semakin produktif, mandiri, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
( suf)













