Berita  

15 Tewas dalam Insiden KA Bekasi, AHY Pastikan Penanganan Korban dan Pemulihan Jalur Dipercepat

Penamerah.co.idBekasi Timur – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan peninjauan langsung ke lokasi penanganan pasca insiden kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan proses evakuasi korban, penanganan medis, serta percepatan pemulihan jalur perkeretaapian berjalan dengan optimal.

Dalam keterangannya, AHY menyampaikan bahwa pemerintah menaruh perhatian serius terhadap penanganan seluruh korban terdampak. Berdasarkan data sementara, insiden tersebut menyebabkan 15 orang meninggal dunia dan 88 korban lainnya mengalami luka-luka, yang saat ini masih menjalani perawatan di berbagai fasilitas kesehatan.

“Fokus utama kami adalah memastikan seluruh korban luka mendapatkan penanganan medis terbaik dan maksimal. Di saat yang sama, kami juga mendorong percepatan pemulihan infrastruktur agar layanan kereta api dapat segera kembali normal,” ujar AHY dalam peninjauannya di lokasi.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga melakukan koordinasi lintas instansi untuk mempercepat proses pemulihan jalur kereta yang terdampak. Upaya ini dilakukan agar gangguan operasional transportasi publik dapat segera teratasi dan mobilitas masyarakat kembali berjalan seperti biasa.

AHY menegaskan bahwa sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto, peristiwa ini akan menjadi momentum **evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan transportasi nasional**. Pemerintah akan melakukan kajian komprehensif guna mengidentifikasi titik-titik rawan kecelakaan, khususnya di perlintasan sebidang yang selama ini menjadi perhatian serius.

Sebagai bagian dari langkah jangka panjang, pemerintah berkomitmen mempercepat pembangunan infrastruktur keselamatan seperti flyover dan underpass di perlintasan sebidang yang dinilai memiliki risiko tinggi kecelakaan, Kebijakan ini diharapkan mampu mengurangi potensi insiden serupa di masa mendatang.

Lebih lanjut, AHY menegaskan bahwa upaya peningkatan keselamatan transportasi tidak hanya difokuskan di wilayah Jabodetabek, tetapi juga akan menjadi program nasional yang diterapkan secara bertahap di berbagai daerah di Indonesia.

“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Karena itu, solusi yang kami dorong bukan hanya bersifat reaktif, tetapi juga preventif dan berkelanjutan,” tambahnya.

Pemerintah berharap, dengan evaluasi menyeluruh dan percepatan pembangunan infrastruktur keselamatan, sistem transportasi di Indonesia dapat menjadi lebih aman, modern, dan mampu memberikan perlindungan maksimal bagi seluruh pengguna.(red)