Menguak Misteri Malam Lailatul Qadar

Penamerah.co.id, ~Setiap bulan suci Ramadhan tiba, senantiasa yang sering menjadi perbincangan tentang malam Lailatul Qadr. Malam kemuliaan itu memasuki sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan,

Umat Islam di seluruh dunia berlomba-lomba meningkatkan ibadah mereka, berharap mendapatkan kemuliaan malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar telah dijelaskan dalam surah Al-Qadar dalam Al-Quran sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan.

Lailatul Qadar erat kaitannya dengan turunnya kitab suci Al-Quran, yang diturunkan pada bulan Ramadan.

Malam Lailatul Qadar juga dikenal sebagai malam yang penuh dengan kesejahteraan. Selama malam tersebut, Allah SWT menaburkan keselamatan dan kesejahteraan bagi orang-orang yang beribadah dengan ikhlas.

QS. Al-Qadar ayat 5 menyebutkan, “Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.

Pada malam Lailatul Qadar, malaikat turun ke bumi dan suasana malam menjadi lebih tenang dan tenteram.

Seseorang yang berhasil meraih Lailatul Qadar akan mengalami perubahan dalam perilaku dan sifat mereka. “Ketika seseorang mendapat Lailatul Qadar,

Maka akan berdampak pada keadaan hatinya yang lapang dan perilakunya tenang, dan orang yang mendapatkan malam itu akan memperoleh keberkahan, kemuliaan dan limpahan kebaikan dari Allah SWT.

Setiap umat Muslim yang berpuasa dan ingin meraih malam al-Qadar yang penuh kemuliaan, keberkahan, dan keagungan itu harus melakukan segala ibadah yang diperintahkan Allah dan dicontohkan Rasulullah dengan penuh ketaatan.

Kapan tepatnya waktu lailatul qadar terjadi? Tidak ada yang tahu pastinya, dan itu lah keistimewaannya Lailatul Qadar .

Ketidak-pastian waktunya mengandung hikmah yang sangat besar, yaitu membuat manusia terus beribadah setiap malam dengan harapan mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar.

Jika waktunya pasti, kita hanya cukup untuk menunggu dan melaksanakan ibadah di waktu tersebut, seperti halnya shalat Jumat atau ibadah-ibadah lainnya.

Lailatul Qadar berada di bulan Ramadhan pada sepuluh hari terakhirnya, yaitu malam kedua puluh satu, atau kedua puluh tiga, atau kedua puluh lima, atau kedua puluh tujuh, atau kedua puluh sembilan, atau di akhir malam Ramadhan.

Barang siapa shalat malam karena iman dan mengharapkan pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lampau.

Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan. Tidak adanya batasan “kebaikan”. Bisa berarti kebaikannya sampai akhir usia dunia.

Semoga kita semua bisa menggapai Lailatul Qadar dan menjadikannya sebagai momen mendekatkan diri kepada Allah SWT..

Sumber : Dr. Faruq Hamadah

Penulis : Zh

Pewarta : Nizam CK

Tim Investigasi Awak Media Mata Elang Singbebas