Penamerah.co.id Batam –Viral media sosial kejadian intimidasi Lima wartawan sempat disandera di lokasi pemotongan lahan diduga ilegal di Batu Ampar, Kota Batam, Sabtu (25/10/2025). Satu unit mobil wartawan ditahan pihak pelaku saat mereka meliput aktivitas pemotongan lahan (cut and fill) di daerah tersebut.
Insiden terjadi sekitar pukul 14.05 WIB. Frengky, salah satu wartawan, mengatakan keberadaan Ketua Fast Respon, Agus Flores, menjadi kunci penyelamatan. “Untung ada Pak Agus Flores yang langsung menghubungi Polda Kepri. Kalau tidak, kami bisa saja diserang di lokasi,” ujarnya.
Sekitar pukul 15.30 WIB, tim gabungan Polsek, Polres, dan Polda Kepri tiba dan berhasil membebaskan kendaraan wartawan. Dirkrimsus Polda Kepri, Kombes Pol Syilvester, membenarkan insiden tersebut. “Saya di video call Agus Flores, langsung tersambung dengan wartawan di lokasi,” jelasnya.
Kapolda Kepri, Irjen Pol Asep Syafrudin, mengaku awalnya tidak mengetahui adanya pemotongan lahan ilegal di Batu Ampar. Sementara Kabareskrim Polri, Komjen Pol Syahardiantono, menegaskan perintah Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo untuk menindak tegas tambang ilegal di seluruh wilayah.
Hingga kini, wartawan telah melaporkan insiden penyanderaan dan penghalangan tugas jurnalistik ke pihak berwenang, dengan dugaan pelanggaran hukum yang jelas. Kasus ini menyoroti risiko serius yang dihadapi wartawan saat meliput aktivitas tambang ilegal di Batam.
Sumber: kliksuara.com
Redaksi













