Penamerah.co.idBatam| Malam itu, Pelabuhan Haji Sage berubah menjadi pusat penggerebekan besar-besaran. Aparat gabungan Kodim 0316 berhasil mengamankan tiga kapal dan tiga truk yang membawa puluhan ton barang tanpa dokumen resmi, diduga masuk secara ilegal ke Batam.
Petugas menemukan 40 ton beras, 4,5 ton gula, serta berbagai komoditas lain mulai dari minyak goreng, tepung, susu, parfum, mi impor, hingga produk frozen food. Volume besar ini menimbulkan dugaan adanya jaringan penyelundupan terorganisir, yang bisa mengganggu pasokan pangan lokal.
Kasus ini makin heboh karena pengusaha Batam, Akhmad Rosano, sebelumnya mengklaim beras itu untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun klarifikasi terbaru menyebut klaim itu tidak benar dan tidak didukung dokumen resmi, Rosano pun meminta maaf kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
“Saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Menteri Pertanian atas penyampaian saya yang tidak benar atau kurang tepat terkait barang impor,” jelas Rosano. Kutip lentera kepri
Ia menambahkan, dokumen yang diklaim terkait MBG hanya potongan kliping media, bukan dokumen resmi,
Masyarakat setempat pun menyoroti kasus ini, menduga lemahnya pengawasan di pelabuhan menjadi celah masuknya barang ilegal. Warga khawatir praktik serupa bisa berulang, mengganggu ekonomi lokal, dan menimbulkan ketidakpastian pasokan pangan.
Penyelidikan kini terus bergulir untuk mengungkap asal-usul barang, jalur distribusi, dan pihak-pihak yang terlibat, sekaligus menyingkap dugaan jaringan penyelundupan yang lebih luas di perairan Batam.
Batam kini jadi sorotan, bukan hanya karena volumenya besar, tapi juga karena potensi kerugian ekonomi dan risiko gangguan pasokan pangan akibat lemahnya pengawasan.
(Tim)













