Berita  

Warga Resah, Limbah Dapur SPPG Diduga Tak Sesuai SOP

Penamerah.co.id Tanggamus– Warga Pekon Tegal Binangun, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Tanggamus, mengeluhkan pembuangan air limbah dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga dilakukan sembarangan.

Di lokasi, terlihat jelas aliran air limbah dari dapur SPPG mengalir langsung ke siring milik warga. Kondisi ini memicu bau tidak sedap yang menyebar hingga ke pemukiman.

Sejumlah warga mengaku terganggu dengan aroma busuk yang muncul setiap hari. Bau tersebut berasal dari limbah dapur yang mengalir di depan rumah mereka.

“Baunya sangat menyengat, apalagi kalau siang hari. Kami merasa tidak nyaman,” ujar salah satu warga.

Keluhan ini bukan tanpa alasan. Warga menilai pembuangan limbah tanpa pengolahan berpotensi mencemari lingkungan dan berdampak pada kesehatan.

Pada Kamis, 30 April 2026, awak media mencoba mengonfirmasi hal tersebut dengan mendatangi dapur SPPG Tegal Binangun. Namun, pihak pengurus tidak berada di lokasi. Salah satu karyawan hanya menyampaikan bahwa pimpinan sedang tidak ada di tempat.

Warga pun mempertanyakan pengelolaan limbah dapur tersebut. Mereka menilai, sebagai fasilitas yang berkaitan dengan pelayanan gizi, SPPG seharusnya mematuhi standar kebersihan dan pengelolaan limbah.

Dalam ketentuan yang berlaku, setiap dapur SPPG diwajibkan memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sederhana. Tujuannya agar limbah yang dibuang ke lingkungan telah memenuhi baku mutu dan tidak menimbulkan pencemaran maupun bau.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan hal sebaliknya.

Warga mendesak adanya pengawasan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus. Mereka berharap instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan pengelolaan limbah dilakukan sesuai prosedur.

“Jangan sampai dibiarkan. Kami yang merasakan dampaknya setiap hari,” kata warga lainnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola SPPG Tegal Binangun maupun instansi terkait mengenai persoalan tersebut.

Warga berharap ada langkah cepat untuk memperbaiki sistem pembuangan limbah agar tidak lagi mencemari lingkungan dan mengganggu kenyamanan masyarakat sekitarnya

(suf)