Berita  

Duta Kebudayaan Cilik dan Remaja Malang pelopor kebudayaan Lewat Program “Indonesia Ramah Anak”

Penamerah.co.id Malang, Jawa Timur | Semangat pelestarian budaya yang ramah, edukatif, dan dekat dengan generasi muda terus digaungkan oleh para Duta Kebudayaan Cilik dan Remaja Kota Malang. Tahun ini, mereka siap mengharumkan nama Jawa Timur di tingkat nasional dengan membawa program besar bertajuk “Indonesia Ramah Anak”, sebuah gerakan yang mengedepankan edukasi budaya yang menyenangkan, inklusif, dan relevan bagi anak-anak serta remaja Indonesia.

Tiga delegasi terbaik Kota Malang hadir dengan gagasan dan advokasi yang inovatif untuk memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada generasi masa depan.

Zoey Nikesha Kimika Sakhi membawa advokasi “Rekam Nusa”, sebuah program edukasi budaya berbasis teknologi yang memanfaatkan media komunikasi digital untuk memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia. Melalui pendekatan yang kreatif dan interaktif, Rekam Nusa diharapkan mampu menjadi sarana belajar budaya yang menarik bagi anak-anak dan remaja di era digital.

Sementara itu, Dhaniswara Dwi Putra, yang dikenal sebagai vlogger cilik inspiratif, hadir dengan misi mengenalkan keindahan Nusantara melalui konten video vlog edukatif. Dengan gaya penyampaian yang ringan dan dekat dengan generasi muda, Dhaniswara berupaya menghadirkan pengalaman belajar budaya yang menyenangkan sekaligus membangun rasa bangga terhadap Indonesia.

Di kategori remaja, Hanifah Almera mengusung advokasi “Meragam Budaya”, sebuah gerakan yang menggabungkan nilai-nilai budaya Jawa Timur dengan tren fashion masa kini. Melalui pendekatan kreatif tersebut, Hanifah ingin menunjukkan bahwa budaya dapat terus berkembang dan tetap relevan tanpa kehilangan identitas serta nilai luhur yang terkandung di dalamnya.

Para delegasi ini mendapatkan pembinaan langsung dari M. Albany Pasya, S.A.P., C.PS. dan Tauqit Mukhlis Diansyah, A.P., S.A.P., M.A.P., yang tahun ini menyiapkan strategi pembinaan yang berbeda dan lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Menurut keduanya, seorang duta kebudayaan tidak hanya dituntut untuk mampu tampil dan berprestasi, tetapi juga harus menghadirkan dampak nyata yang dapat dirasakan oleh masyarakat luas.

“Tahun ini kami mendorong para delegasi untuk menghadirkan program yang lebih dekat dengan generasi muda, memanfaatkan teknologi, kreativitas, dan inovasi. Tujuannya bukan hanya memberikan dampak positif, tetapi juga menginspirasi lebih banyak anak dan remaja untuk mencintai budaya Indonesia,” ungkap para pembina.

Melalui program “Indonesia Ramah Anak”, Zoey, Dhaniswara, dan Hanifah diharapkan mampu menjadi wajah generasi muda yang aktif melestarikan budaya sekaligus membuktikan bahwa kebudayaan dapat dikemas secara modern, menarik, dan mudah diterima oleh anak-anak maupun remaja.

Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan kecintaan terhadap budaya bangsa, para Duta Kebudayaan Cilik dan Remaja Kota Malang siap membawa nama Jawa Timur ke tingkat yang lebih tinggi serta menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan budaya Nusantara.

(Ysf)