Berita  

Perjalanan Xylos: Mengenang Ayah Lewat Musik dan Prestasi

Penamerah.co.id Bali  | 25/6/2026,Tidak semua orang memulai hidup dengan fasilitas yang lengkap. Chandra Hendrawan (25), pemuda asal Majalengka, Jawa Barat, adalah salah satu contoh nyata bahwa mimpi besar bisa lahir dari tempat yang sederhana. Masa kecilnya dihabiskan di Kepulauan Sula, Maluku Utara, saat mengikuti sang ayah yang bekerja sebagai tukang kayu di daerah terpencil yang jauh dari listrik, internet, dan berbagai kemudahan yang dinikmati banyak anak seusianya saat ini.

Bersama ayahnya, Chandra tinggal di sebuah kamar kayu sederhana di atas bukit yang dikelilingi hutan. Untuk mandi dan memenuhi kebutuhan air sehari-hari, ia harus berjalan menuju sumur yang berjarak sekitar satu kilometer. Perjalanan ke sekolah pun tidak mudah, karena harus ditempuh dengan berjalan kaki selama 35 menit hingga satu jam. Dalam keterbatasan itulah Chandra belajar memahami arti perjuangan, disiplin, dan pentingnya masa depan.

Di tengah kehidupan yang serba sederhana, Chandra kecil sudah mulai memikirkan bagaimana cara mengubah nasibnya. Ia menyadari bahwa pendidikan adalah satu-satunya jalan yang bisa membawanya keluar dari keterbatasan. Meski kedua orang tuanya tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi dan tidak memiliki banyak informasi tentang masa depan, Chandra memilih mencari jawabannya sendiri. Ia belajar dari apa saja yang bisa ia pelajari dan berusaha menentukan arah hidupnya sejak usia muda.

Tekad itu terus ia pegang hingga remaja. Setelah lulus SMP, Chandra mencari informasi sendiri dan berhasil melanjutkan pendidikan di sebuah sekolah di Jawa Barat yang seluruh biayanya ditanggung negara. Sejak usia 16 tahun, ia berkomitmen untuk tidak lagi membebani orang tuanya. Bahkan satu rupiah pun, ia mengaku tidak pernah lagi meminta uang kepada mereka. Baginya, setiap langkah yang diambil harus menjadi bagian dari perjuangan untuk masa depan yang lebih baik.

Tahun 2021 menjadi awal perjalanan baru ketika Chandra memutuskan merantau ke Bali. Dengan penghasilan yang saat itu masih di bawah UMR, ia tetap memilih bekerja sambil kuliah. Berbagai pekerjaan pernah dijalaninya, mulai dari barista coffee shop hingga pengemudi ojek online. Selama lima tahun terakhir, hidupnya dipenuhi oleh rutinitas belajar dan bekerja tanpa henti. Hasilnya, pada tahun 2024 ia berhasil menjadi ASN PPPK, kemudian lulus S1 pada 2025, melanjutkan studi S2, dan pada 2026 kembali mengambil pendidikan S1 karena kecintaannya terhadap ilmu pengetahuan.

Kini, Chandra mulai menapaki dunia hiburan sebagai seorang DJ dengan nama panggung Xylos. Nama tersebut terinspirasi dari kata Yunani yang berarti kayu, sebagai penghormatan kepada sang ayah yang telah bekerja keras sebagai tukang kayu untuk menghidupi keluarga. Dengan bimbingan DJ senior Oman Bean, Xylos terus mengembangkan kemampuannya dan membangun jaringan di industri musik. Bagi Chandra, perjalanan dari hutan terpencil hingga berdiri di atas panggung bukanlah soal keberuntungan, melainkan hasil dari keberanian untuk bermimpi, kemauan untuk belajar, dan kesediaan berjuang ketika banyak orang memilih menyerah.

(Ysf)