Chelsea Siswa SMK Negeri 1 Sambas Lolos Paskibraka Nasional 2025

Penamerah.co.id,Sambas,Kalbar ~Perwakilan Paskibra atas nama Chelsea berhasil lolos seleksi ke tingkat nasional, mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Sambas, serta Provinsi Kalimantan Barat. Keberhasilan ini tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat Kalbar.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui perwakilannya turut menyampaikan salam dan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Sekolah SMK N 1 Sambas.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh guru, pelatih Paskibra, serta semua pihak yang telah memberikan dukungan penuh dan doa terbaik untuk Chelsea hingga berhasil melangkah ke ajang nasional.

SMK Negeri 1 Sambas,Kabupaten Sambas Kalimantan Barat, terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional tahun 2025.

Wakil Bupati Sambas H. Heroaldi Djuhardi Alwi ,ST. MT., Bersama Kabag Kesbangpol Bapak Edi Mewakili Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas Melakukan Pendampingan Verifikasi peserta Capaskibraka Tingkat Nasional Asal Kabupaten Sambas di Jakarta.

Kepastian ini diumumkan pada Kamis, 3 Juli 2025, setelah ia lolos seluruh tahapan seleksi ketat, mulai dari tingkat daerah hingga verifikasi di tingkat pusat.

Chelsea akan menjadi salah satu wakil Kalimantan Barat dalam upacara peringatan Hari Kemerdekaan RI pada 17 Agustus 2025 di Istana Merdeka. Keberhasilan ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi dunia pendidikan di Sambas dan Kalimantan Barat.

Tentunya Dengan Lolosnya Chelsea Juga Merupakan Suatu Kebanggaan Pemerintah Daerah Kabupaten Sambas Sebagai Pengibar Bendera Tingkat Nasional Tahun 2025

Chelsea Siswa SMK Negeri 1

Prestasi ini menunjukkan bahwa SMK Negeri 1 Sambas mampu bersaing di tingkat nasional dan menjadi contoh sekolah hebat di Kalbar. Semangat “SMK Negeri 1 Sambas Bisa, SMK 1 Sambas Hebat!” menjadi penyemangat bagi seluruh siswa untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Prestasi ini membanggakan tidak hanya sekolah dan kabupaten asalnya, tetapi juga Provinsi Kalbar.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Sambas, Nazuarisman, menyebut keberhasilan Chelsea merupakan hasil dari proses panjang dan dedikasi tinggi, bukan sesuatu yang instan.

Perjalanan Chelsea dimulai dari kegiatan ekstrakurikuler Paskibra di sekolah. Ia lolos seleksi tingkat kabupaten, kemudian melanjutkan ke seleksi tingkat provinsi yang berlangsung sangat kompetitif, hingga akhirnya terpilih sebagai perwakilan Kalbar ke tingkat nasional.

Chelsea juga harus menghadapi tantangan pribadi selama proses seleksi nasional. Di tengah perjuangannya, orang tuanya sedang sakit dan ia sendiri sempat jatuh sakit. Namun semangatnya tak pernah surut.

Chelsea, yang merupakan anak kedua dari tiga bersaudara dan tinggal di Dusun Karangan, Desa Mada, Kecamatan Subah, Kabupaten Sambas ini, menceritakan proses panjang dan penuh perjuangan yang ia lalui hingga terpilih ke tingkat nasional.

“Saya pertama kali ditawarkan ikut ekskul Paskibra saat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) oleh Pak Najwar. Latihan rutin kami dilakukan setiap hari Kamis dan Sabtu. Hari Kamis kami belajar Peraturan Baris Berbaris (PBB), sedangkan hari Sabtu fokus ke fisik,” ungkap Chelsea.

Proses seleksi dimulai dari tingkat kabupaten, yang meliputi seleksi administrasi, fisik, serta pembinaan oleh pelatih dan kakak-kakak senior. Dengan dukungan penuh dari pihak sekolah, Chelsea berhasil lolos ke tingkat provinsi.

“Di tingkat provinsi seleksinya sangat ketat, seperti tes Polwan. Ada tes fisik, TWK (Tes Wawasan Kebangsaan), hingga tes kesehatan. Dari puluhan peserta dari berbagai kabupaten, saya bersyukur terpilih sebagai juara 1 terbaik putri dan dikirim ke tingkat nasional,” kata Chelsea.

Menuju tingkat nasional, segala persiapan dibantu oleh pihak Bank Kalbar dan Kodim 1208/Sambas. Pelatih utama mereka, Pak Sinaga, menjadi sosok penting dalam membentuk fisik dan mental Chelsea.

Meski dihadapkan pada ujian berat, ibunya divonis mengidap gagal ginjal kronis, Chelsea tetap teguh menjalani latihan dan seleksi. “Waktu itu mama saya sempat kritis, tapi saya terus menguatkan diri lewat doa. Saya ingin memberikan hadiah terbaik untuk orang tua saya,” ucapnya.

Dalam keseharian, Chelsea dikenal sebagai siswi yang aktif. Sebelum bergabung dengan Paskibra, ia sudah aktif di Pramuka sejak SMP. Pengalaman di Pramuka menjadi bekal berharga dalam membangun disiplin, percaya diri, dan keterampilan baris-berbaris.

“Saya dulu sekolah di SDN 4 Karangan, lalu SMP di SMPN 4 Subah. Waktu SMP, saya sangat menikmati kegiatan Pramuka, sering ikut perkemahan dan meraih prestasi juga di sana. Itu yang membentuk semangat saya sampai sekarang,” jelas Chelsea.

Selain ketekunannya, Chelsea juga sangat menghargai perjuangan ayahnya, yang setiap hari mengantar dan menjemputnya latihan meski bekerja sebagai pedagang keliling hingga ke perbatasan Malaysia.

“Bapak jualan pakai motor dengan box. Kadang ke Sajingan, ke Aruk, sampai ke perbatasan. Tapi tetap meluangkan waktu untuk antar saya latihan. Saya ingin mengangkat derajat kedua orang tua saya,” tutupnya.

“Dari kabupaten saya terpilih ke tahap provinsi dan di sana diseleksi lagi dengan lebih, di sana seleksinya seperti tes Polwan ada tes fisiknya, tes TWK, TIU dan tes kesehatan,” ucapnya.
“Ada sebanyak 50 lebih peserta yang ikut perwakilan dari setiap kabupaten kota,” kata Chelsea Olivia.

Dia bercerita, ekstrakurikuler paskibra di sekolah dalam sepekan rutin digelar setiap Kamis dan Sabtu. Pada Kamis ia mengikuti keterampilan pasukan baris berbaris (PBB) dan Sabtu mengikuti proses penguatan fisik.

“Dan saat mengikuti ekskul paskibra selalu mengikuti latihan rutinnya setiap hari Kamis dan Sabtu. Di hari Kamis kami belajar PBB dan Sabtu dibina penguatan fisik,” katanya.

Dia juga menuturkan, seleksi di tingkat kabupaten dimulai dari kelengkapan administrasi. Ia mengaku banyak terbantu pihak sekolah dalam mengurus izin, dan dukungan.

Dari perjalanan kisahnya, kini Chelsea Olivia menjadi inspirasi baru bagi generasi muda Sambas, membuktikan bahwa dengan semangat, kedisiplinan, dan dukungan keluarga, impian setinggi apa pun bisa digapai.

Sumber : Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Sambas
Pewarta : Heru
Editor : DM
Tim Investigasi Awak Media Mata Elang Singbebas