Penamerah.co.id,Ketapang,Kalbar — Antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi sorotan Aliansi Cipayung Plus dan BEM se-Kabupaten Ketapang dalam aksi damai di halaman Kantor DPRD Ketapang, Rabu (14/10/2026).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan enam tuntutan yang mendesak DPRD tidak sekadar menerima aspirasi, tetapi juga memastikan persoalan BBM dan karhutla ditangani melalui langkah konkret serta pengawasan yang terukur.
Mahasiswa meminta DPRD meningkatkan pengawasan terhadap Pertamina dan Jobber Ketapang, menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama pihak terkait, serta mengawal usulan penambahan kuota BBM untuk Kabupaten Ketapang. Mereka juga mendesak langkah nyata dalam penanganan karhutla dan pengawasan anggaran penanggulangan bencana.
Ketua DPRD Ketapang, H. Achmad Sholeh, mengapresiasi aspirasi mahasiswa. Ia menyatakan kritik tersebut menjadi masukan bagi lembaga legislatif dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Terkait penanganan karhutla, Achmad Sholeh menyebut anggaran Rp20 miliar direncanakan untuk mendukung pencegahan dan kesiapsiagaan. Rencana itu mencakup pengadaan lima unit mobil pemadam kebakaran serta pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) berikut perlengkapannya.
Ia juga mengajak mahasiswa ikut mengawasi penggunaan anggaran tersebut agar pelaksanaannya dapat dipantau secara terbuka.
Sementara mengenai antrean BBM, Achmad Sholeh mengatakan DPRD telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait. DPRD juga telah menyurati pengelola terminal BBM untuk mendorong penambahan armada transportasi darat guna mengantisipasi keterlambatan pasokan.
Aksi tersebut turut menyinggung kebutuhan air bersih bagi masyarakat yang terdampak kemarau. Persoalan ini menambah daftar kebutuhan mendesak yang memerlukan perhatian pemerintah daerah.
Kini, tindak lanjut atas tuntutan mahasiswa menjadi hal yang dinantikan. Pengawasan distribusi BBM, kejelasan langkah penanganan karhutla, serta keterbukaan penggunaan anggaran perlu dibuktikan melalui tindakan nyata, bukan berhenti pada pernyataan dan koordinasi.
Aksi berlangsung dengan pengamanan dari Polres Ketapang dan Satpol PP.(hd)













