Penamerah.co.id,Singkawang,Kalbar ~Kapolres Singkawang menegaskan bahwa panen raya jagung bukan hanya sekadar kegiatan pertanian, melainkan simbol nyata dari ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi desa.
Hal itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2025 yang digelar pada Kamis (5/6) di lahan perkebunan jagung Jalan Raya Sagatani, Kelurahan Sagatani, Kecamatan Singkawang Selatan, Kota Singkawang.
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mendukung program Swasembada Pangan Nasional 2025 dan diikuti oleh berbagai elemen Forkopimda Kota Singkawang.
Hadir dalam acara tersebut antara lain Wali Kota dan Wakil Wali Kota Singkawang, Kapolres, Dandim 1202/Skw, perwakilan Kejaksaan, Pengadilan Negeri, DPRD Kota Singkawang, serta kelompok tani “Nek Karantika” beserta tokoh masyarakat setempat.
Agenda diawali dengan sesi Zoom Meeting panen serentak bersama Presiden RI, Kapolri, Menteri Pertanian dan Gugus Tugas Ketahanan Pangan Nasional.
Usai mengikuti sesi virtual tersebut, kegiatan dilanjutkan dengan panen jagung bersama di atas lahan seluas ± 5,1 hektare. Para tamu undangan turut ambil bagian dalam proses panen yang berlangsung dalam suasana semangat dan penuh kekeluargaan.
Dalam sambutannya, Kapolres Singkawang AKBP Fatchur Rochman, S.I.K., M.I.K. menyampaikan apresiasi atas kerja keras para petani, penyuluh pertanian, dan seluruh pihak yang telah mendukung kesuksesan panen raya serentak ini.
Ia berharap, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas, menjaga kualitas hasil pertanian, serta memperluas akses pasar demi kesejahteraan petani, Tuturnya.
Sementara itu, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie, S.E., M.H. dalam sambutannya menyatakan bahwa panen jagung ini mendukung program Asta Cita Presiden RI, khususnya dalam bidang ketahanan pangan.
Ia menyoroti pentingnya panen jagung untuk mendukung sektor peternakan unggas di Singkawang, terutama sebagai bahan pakan yang vital.
Pemerintah Kota berkomitmen akan terus mendukung sarana dan prasarana pertanian untuk menunjang program swasembada pangan.
Wali Kota juga menegaskan pentingnya menjaga eksistensi lahan pertanian yang ada di Singkawang agar tidak beralih fungsi menjadi lahan permukiman.
“Lahan pertanian itu harus tetap dijadikan lahan pertanian,” tegasnya.
Selain mempertahankan lahan yang ada, ia juga mendorong optimalisasi lahan tidur untuk dimanfaatkan sebagai lahan pertanian produktif dan tanaman pendamping beras.
“Kita akan berupaya maksimal memanfaatkan lahan tidur, agar bisa mendukung produksi pangan lokal,” imbuhnya.
Kegiatan ini juga diwarnai sesi dialog antara petani dan Wali Kota Singkawang. Dalam sesi tersebut, petani mengusulkan bantuan traktor roda empat dan sarana pengeringan hasil panen.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota menyatakan akan menindaklanjuti permintaan tersebut dan menekankan pentingnya peran penyuluh dan ahli tanah untuk mendukung efektivitas budidaya tanaman pangan.
Sumber Humas Polres Singkawang
Pewarta Ary
Tim Investigasi Awak Media Mata Elang Singbebas













