Daerah  

Pemasangan Batu Median Proyek Jalan Bulukarto-Mataram Jadi Sorotan dan terindikasi bahan material yang tidak memenuhi standart

Penamerah.co.id|PRINGSEWU — Pekerjaan rekonstruksi/peningkatan Jalan Ruas Bulukarto–Mataram, tepatnya di kawasan Tugu Gajah, Kabupaten Pringsewu, menjadi sorotan.

 

Pasalnya, pemasangan batu untuk median jalan dan dudukan kanstin di lokasi proyek terlihat harus dilakukan dengan penyesuaian ketinggian cukup signifikan. Kondisi tersebut disebut terjadi setelah proses galian di lapangan lebih dalam dari yang direncanakan.

 

Pantauan pada Selasa (29/9/2026), tampak susunan batu pada bagian median jalan dipasang di area galian yang cukup dalam, sementara bagian sekitar struktur tersebut akan kembali ditinggikan menggunakan material tanah.

Kondisi itu kemudian dikonfirmasi kepada Konsultan Pengawas proyek, Rizki Firmansyah, S.T.

Rizki membenarkan bahwa galian di lokasi tersebut lebih dalam. Menurutnya, kondisi itu terjadi lantaran proses penggalian menggunakan ekskavator dengan bucket berukuran besar, sementara alat yang lebih kecil belum tiba di lokasi.

 

“Galiannya terlalu dalam karena menggunakan ekskavator besar. Yang kecil belum datang,” kata Rizki.

Ia menjelaskan, pekerjaan tersebut merupakan pemasangan batu untuk median jalan sekaligus dudukan kanstin. Dalam perencanaan, ketinggian batu disebut sekitar 40 sentimeter.

 

 

Namun, kondisi elevasi jalan di lapangan membuat ketinggian tersebut harus disesuaikan. Bahkan, ketinggian batu di beberapa bagian mencapai sekitar 80 hingga 90 sentimeter.

 

 

“Harus menyesuaikan elevasi kondisi jalan, ketentuannya harus lebih tinggi 20 sentimeter dari permukaan aspal,” jelasnya.

 

 

Menurut Rizki, galian yang terlalu dalam kemudian berdampak terhadap kebutuhan volume batu. Jika pemasangan dipaksakan mengikuti gambar tanpa menyesuaikan kondisi elevasi, struktur median dikhawatirkan tidak rata.

 

“Kalau tetap memaksakan mengikuti gambar tanpa penyesuaian ketinggian batu, struktur median akan bergelombang dan tidak rata. Demi kualitas pekerjaan, pihak rekanan sepakat menambah volume batu,” ujarnya.

 

 

Meski demikian, kondisi tersebut tetap menjadi perhatian mengingat pekerjaan konstruksi bernilai miliaran rupiah harus dikerjakan berdasarkan perencanaan dan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

 

 

Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pekerjaan Rekonstruksi/Peningkatan Jalan Ruas Bulukarto–Mataram dikerjakan oleh CV Salim Jaya Kontruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp7.455.977.117.

Proyek tersebut menggunakan sumber dana DAU 2026, dengan masa pelaksanaan 120 hari dan konsultan pengawas PT Manunggal Raksa Pratama.

 

 

Terpisah, Kepala Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Pringsewu, Ade Suherna, S.T., M.T., saat dikonfirmasi mengenai kondisi tersebut mengatakan pihaknya akan turun langsung ke lapangan.

“Kami akan turun ke lapangan untuk mengecek dan koordinasi ke konsultan pelaksana,” ujar Ade.

 

 

Pengecekan Dinas PUPR nantinya diharapkan dapat memastikan apakah penyesuaian ketinggian dan penambahan volume batu tersebut memang merupakan kebutuhan teknis akibat kondisi elevasi jalan, serta apakah pelaksanaannya telah sesuai dengan dokumen perencanaan dan spesifikasi pekerjaan.

 

 

Dengan nilai proyek mencapai lebih dari Rp7,4 miliar, setiap perubahan pekerjaan di lapangan tentu menjadi bagian penting yang perlu dipastikan dasar teknis dan pertanggungjawabannya.(Hendriansyah)