Penamerah.co.id,Singkawang,KalBar, ~Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Di kawasan Sekitaran Jalan Bandara Singkawang,Hingga Kini Belum Bisa Di atasi Sepenuhnya.
Walikota Singkawang Tcjhai Chui Mie.,S.E.,M.H dan Wakil Walikota Singkawang Muhammadin., S.E.,M.H., beserta, Satpol PP, Damkar, Manggala Agni, Forkopinda, Polres Singkawang Polsek Singkawang Selatan beserta relawan terus memantau dan memadamkan Api yang terdampak di lokasi kebakaran hingga malam ini (29/07/2025).
Tim Awak media saat mewawancarai Nofrial Annas seorang relawan Warga Sungai Bulan Kecamatan Singkawang Utara Menurut keterangannya,kami terus berupaya agar api tidak meluas ketempat lain,
dan saat ini kami mengalami kesulitan untuk memadamkan api,karena cuaca dan angin membuat api hidup kembali. Kami bersama Petugas gabungan dari BPBD,TNI,Polri,Damkar dan relawan lainnya terus berupaya memadamkan Api,
Usaha pemadaman api di mulai dari pagi hari,sekira oukul 06.20 wib hingga malam ini melakukan upaya pemadaman, namun api kerap kembali menyala karena kondisi lahan yang berupa gambut.”Ucapnya

Sekitar 9 hektare lahan terbakar di kawasan Kelurahan Sedau, Kelurahan pangmilang Kecamatan Singkawang Selatan, Kalimantan Barat. Kebakaran terjadi di sepanjang jalur Jembatan 6, 7, dan 9 yang berada di akses jalan menuju Bandara Singkawang – Pasir Panjang, sekitar dua kilometer dari lokasi bandara.
Meski titik api mendekati kawasan akses bandara, hingga kini kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut belum mengganggu aktivitas transportasi darat maupun penerbangan. Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie.,S.E.,M.H., mengatakan kebakaran sudah berlangsung sejak beberapa hari lalu.
“Beberapa titik sudah padam, tapi api hidup lagi karena lahannya gambut. Ini yang membuat proses pemadaman jadi lebih sulit,” ujar Tjhai Chui Mie saat meninjau lokasi, (29/07/2025).
Sebagai langkah mitigasi, Pemkot Singkawang akan mengambil tindakan teknis darurat, di antaranya membuka sumur bor dan membuat parit untuk membatasi pergerakan api. “Untuk mencegah api makin meluas, kami akan buka sumur bor sebagai sumber air dan buat parit di sekitar lokasi kebakaran,” tambahnya.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena berisiko tinggi menyebabkan karhutla yang berdampak luas bagi lingkungan dan warga sekitar.,imbuhnya.
“Saya minta kepada seluruh masyarakat, khususnya pemilik lahan, jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Ini sangat berbahaya dan bisa merugikan kita semua,” tegasnya Walikota Singkawang Tersebut.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Singkawang, Nana Priyana, mengungkapkan bahwa kebakaran lahan di sekitar jalur bandara ini sudah terjadi untuk ketiga kalinya. Menurut laporan dari penjaga lahan, luas area terbakar di sekitar Jembatan 9 mencapai sekitar 5 hektare, sementara sisanya berada di Jembatan 6 dan 7.
“Jembatan 9 ini sudah kejadian yang ketiga. Tantangan utama kami adalah sulitnya akses ke lokasi dan keterbatasan sumber air,” kata Nana. Dengan jenis lahan yang dominan berupa gambut dan kondisi geografis yang sulit dijangkau, proses pemadaman masih terus berlangsung secara bertahap.

Walikota Singkawang, Tjhai Chui Mie.,S.E.,M.H.,memerintahkan kepada jajarannya untuk segera membuat pembatas lahan berupa parit yang dialiri air agar kebakaran tidak lagi meluas.“Kebakaran lahan di sekitaran jalan bandara ini terus meningkat, dan kita akan buat semacam parit agar api tidak meluas,” katanya.
Ia menambahkan, tim gabungan dari Manggala Agni bersama unsur TNI, Polri, dan relawan terus berupaya melakukan pemadaman agar api tidak menjalar ke permukiman penduduk dan area strategis lainnya.
Sementara ini, berdasarkan pantauan dari Tim Awak Media, Senin (29/07/2025), Hingga Berita ini di naikkan,kondisi kebakaran belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Kabut asap tipis hingga pekat mulai menyelimuti sejumlah kawasan di Kota Singkawang, terutama pada Dini hari.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar rumah, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, serta menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan.
Kondisi cuaca yang panas disertai angin kencang menjadi salah satu faktor penyulit dalam proses pemadaman. Tim darat saat ini masih fokus pada pendinginan area terdampak.
Karhutla menjadi salah satu isu tahunan yang menghantui wilayah Kalimantan saat musim kemarau tiba. Pemerintah daerah mengingatkan agar seluruh elemen masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar, karena dapat dikenai sanksi hukum.
Sumber : Nofrial Annas
Pewarta : Fers
Editor : D M
Tim Investigasi Awak Media Mata Elang Singbebas













