Penamerah.co.id,Ketapang, Kalbar— Pemerintah Kabupaten Ketapang memperkuat koordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menghadapi dampak kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta kabut asap yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Koordinasi tersebut dilakukan melalui pertemuan antara Deputi III Bidang Penanganan Darurat BNPB dan Bupati Ketapang Alexander Wilyo di Kantor Bupati Ketapang, Rabu (23/9/2026).
Dalam pertemuan itu, BNPB menyatakan dukungannya terhadap upaya penanganan kondisi darurat di Ketapang. Dukungan tersebut mencakup penyiapan satu unit pesawat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) serta satu unit kendaraan Reverse Osmosis (RO) untuk membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Dukungan OMC diarahkan untuk memanfaatkan potensi awan hujan guna meningkatkan peluang turunnya hujan di wilayah yang terdampak kekeringan dan karhutla. Namun, pelaksanaan OMC tetap bergantung pada kondisi atmosfer dan ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan teknis.
BNPB sendiri sebelumnya menjelaskan bahwa OMC menjadi salah satu strategi untuk membantu penanganan karhutla, terutama dengan meningkatkan curah hujan pada wilayah yang memiliki potensi awan hujan.
Sementara itu, kendaraan RO diproyeksikan untuk mendukung penyediaan air bersih di tengah kondisi kekeringan yang berlangsung cukup panjang.
Pemkab Ketapang sebelumnya memperkuat penanganan darurat kekeringan dan bencana asap akibat karhutla melalui koordinasi lintas sektor. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena kekeringan telah berlangsung puluhan hari dan berdampak terhadap ketersediaan air serta penanganan karhutla.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo menyambut baik dukungan pemerintah pusat tersebut. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memperkuat kesiapsiagaan sekaligus mempercepat penanganan bencana yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
Koordinasi dengan BNPB menjadi bagian dari upaya memperkuat penanganan dari sisi darat maupun udara. Di lapangan, penanganan karhutla tetap membutuhkan pengerahan personel, peralatan, pemantauan titik api, serta dukungan terhadap kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan.
Dengan kondisi cuaca yang masih kering, pemerintah daerah dan unsur terkait dituntut menjaga kesiapsiagaan serta memastikan setiap dukungan penanganan bencana dapat digunakan secara tepat sasaran.(













