Berita  

Blasting Kapal di Atas Sungai Kapuas, Praktik Lama yang Cemari Lingkungan

Penamerah.co.idKubu raya,Kalbar Aktivitas blasting diduga yang dilakukan PT Putra SIM Mandiri (PSM), perusahaan galangan kapal yang beroperasi di perairan Sungai Kapuas, Kabupaten Kubu Raya, kembali menuai sorotan publik. Kegiatan pembersihan badan kapal yang dilakukan langsung di atas sungai itu diduga mencemari lingkungan dan melanggar standar keselamatan kerja.

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah pekerja melakukan proses blasting di atas kapal yang masih mengapung di Sungai Kapuas. Mereka menggunakan mesin bertekanan tinggi untuk menyemprotkan material pasir ke permukaan kapal guna menghilangkan karat dan cat lama. Namun, sisa material tersebut tampak langsung jatuh ke sungai tanpa adanya sistem penampungan atau pelindung lingkungan.

Lebih memprihatinkan, para pekerja terlihat tidak menggunakan alat pelindung diri (APD) seperti masker, pelindung mata, sarung tangan, maupun pakaian khusus. Padahal, aktivitas blasting menghasilkan debu halus, partikel logam, dan serpihan cat yang berpotensi berbahaya bagi kesehatan.

“Selain mencemari sungai, kegiatan ini juga sangat berisiko bagi para pekerja. Tidak ada yang pakai safety, semua dilakukan seadanya,” ungkap seorang warga sekitar kepada media.

Pemerhati lingkungan menilai kegiatan tersebut mencerminkan lemahnya pengawasan terhadap industri galangan kapal di wilayah itu. Menurut mereka, proses blasting seharusnya dilakukan di darat dengan fasilitas pengendalian limbah serta mematuhi standar keselamatan kerja yang berlaku.

Aktivitas tanpa pengawasan seperti ini bukan hanya mengancam ekosistem Sungai Kapuas yang menjadi sumber kehidupan masyarakat Kalimantan Barat tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jangka panjang bagi pekerja dan warga di sekitar lokasi.

Pemerintah daerah diharapkan segera turun tangan untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran ini, dengan melakukan pemeriksaan lapangan, memberikan teguran kepada pihak perusahaan, serta memastikan seluruh kegiatan industri di sepanjang Sungai Kapuas berjalan sesuai ketentuan lingkungan dan keselamatan kerja.

Sementara itu, saat tim investigasi mencoba mengonfirmasi hal tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kubu Raya, seorang pegawai menyebut bahwa Kepala Dinas sedang bertugas ke luar kota.

“Biasanya aktivitas blasting dilakukan di lokasi dock atau di darat,” ujar salah satu pegawai bidang pengawasan.

Sekretaris m Novita zulastini M.HUTsekretaris DLH Kubu Raya juga menyampaikan bahwa pihaknya akan menugaskan tim untuk melakukan pemeriksaan langsung ke lokasi.

“Besok kami akan kirim petugas untuk mengecek aktivitas galangan kapal tersebut,” ujarnya singkat.

Upaya konfirmasi ke pihak manajemen PT Putra SIM Mandiri belum membuahkan hasil. Menurut salah satu rekan kerja di lokasi, pimpinan dan bagian humas perusahaan sedang mengikuti rapat internal nanti saya kasih tahu sama pak humas ” Ujarnya

 

*(Tim Redaksi)*