Berita  

Publik Geram, Polisi Panggil Asiong dan Bea Cukai dalam Skandal Balpres Ilegal Batam

Penamerah.co.id Batam | Kasus penangkapan lima truk bermuatan barang impor bekas ilegal (balpres) di kawasan Sagulung, Sabtu (8/11/2025), terus bergulir. Penyidik Satreskrim Polresta Barelang menjadwalkan pemeriksaan terhadap Asiong pengusaha ekspedisi sekaligus pemilik PT PLS di kawasan Sei Panas, yang disebut-sebut memiliki kaitan dengan kendaraan pengangkut barang ilegal tersebut.

 

Selain Asiong, pihak Bea Cukai (BC) Batam juga dipanggil untuk dimintai keterangan mengenai proses kepabeanan dan pengawasan keluar-masuk barang yang kini menjadi objek penyelidikan.

“Saya sudah sampaikan kepada penyidik agar Asiong dan pihak Bea Cukai wajib hadir untuk dimintai keterangan. Keduanya penting karena terkait langsung dengan kepemilikan kendaraan dan pengawasan barang impor,”

tegas Kapolresta Barelang, Kombes Pol Zaenal Arifin, kepada Republikbersuara.com, Selasa (11/11/2025).

Kasus ini menyita perhatian publik karena diduga menimbulkan kerugian negara akibat masuknya barang impor bekas tanpa dokumen resmi. Di tengah penyelidikan, muncul dugaan adanya praktik pembiaran oleh oknum aparat terhadap aktivitas impor ilegal yang disebut telah berlangsung lama di Batam.

Kasus tersebut juga menimbulkan berbagai tanda tanya di kalangan masyarakat Batam. Banyak warga mempertanyakan bagaimana barang-barang impor bekas yang seharusnya diawasi ketat oleh pihak berwenang bisa masuk dan beredar bebas di lapangan.

Beberapa warga menilai aktivitas pengiriman barang balpres telah berlangsung secara terbuka selama bertahun-tahun, namun baru kali ini aparat bertindak tegas.

“Kita heran, truk-truk itu lalu-lalang setiap hari. Kalau memang ilegal, kenapa baru sekarang ditangkap?” ujar Andi, warga Sagulung, saat ditemui awak media.

Sementara itu, sebagian pelaku usaha lokal juga merasa dirugikan oleh praktik impor ilegal yang dianggap mengganggu iklim perdagangan resmi di Batam. Mereka berharap penegakan hukum dilakukan secara transparan dan tidak berhenti di level sopir atau pekerja lapangan saja.

 

“Kalau benar ada yang main di balik ini, ya bongkar semuanya. Jangan cuma yang kecil yang ditangkap,” kata Rina, pedagang pakaian di kawasan Nagoya.

 

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari aparat kepolisian dan Bea Cukai untuk menuntaskan kasus ini hingga ke akar-akarnya.

Awak media berupaya konfirmasi pemilik PT PLS kebenaran berita itu sampai saat sekarang belum ada jawaban sampai berita terbit.

(Tim