Penamerah.co.id Mesuji| Nasib tragis menimpa seorang petani kecil dari kalangan ekonomi lemah di Desa Talang Batu, Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji. Tanaman singkong yang menjadi satu-satunya sumber penghidupan keluarganya diduga dirusak oleh pihak PT SIP. Peristiwa ini memicu keprihatinan mendalam warga karena tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi, tetapi juga mengancam kelangsungan hidup dan kesehatan anak-anak korban.senin 22/12
Bagi keluarga petani tersebut, singkong bukan sekadar tanaman, melainkan tumpuan hidup. Hasil panen diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dasar rumah tangga, mulai dari pangan, pendidikan, hingga biaya kesehatan anak. Namun harapan itu diduga sirna setelah tanaman di lahan garapan korban mengalami pengrusakan.
Untuk menanam singkong, korban harus melakukan pengorbanan besar. Warga menyebutkan, petani tersebut rela mengalihkan dana kebutuhan pokok rumah tangga demi membeli pupuk dan membiayai pengolahan lahan. Bahkan, kebutuhan gizi anak-anak ikut terabaikan.
“Kondisi ekonominya memang sudah sulit sejak awal. Demi biaya tanam, kebutuhan anak dikorbankan. Anaknya sampai kekurangan gizi. Kalau benar tanamannya dirusak, ini sungguh kejam dan tidak manusiawi,” ujar salah satu warga Desa Talang Batu.
Menurut warga setempat, keluarga korban termasuk kelompok rentan yang berjuang keras bertahan hidup dari hasil pertanian kecil-kecilan. Ironisnya, upaya tersebut justru diduga berujung petaka ketika tanaman singkong yang menjadi harapan masa depan keluarga dirusak.
Warga menilai peristiwa ini bukan sekadar persoalan kerugian materi, melainkan telah menyentuh ranah kemanusiaan, keadilan sosial, dan perlindungan terhadap petani kecil. Mereka menilai petani kecil seharusnya dilindungi, bukan justru menjadi korban di tanah yang menjadi sumber penghidupannya.
Atas kejadian tersebut, keluarga korban bersama masyarakat Desa Talang Batu telah melaporkan dugaan pengrusakan tanaman tersebut kepada aparat penegak hukum dan instansi terkait di Kabupaten Mesuji. Mereka mendesak agar laporan tersebut ditindaklanjuti secara serius, objektif, dan transparan.
“Ini bukan perkara sepele. Ini soal hidup-mati sebuah keluarga miskin. Jika benar terjadi pengrusakan, negara tidak boleh tutup mata,” tegas warga lainnya.
Masyarakat juga menyoroti tanggung jawab sosial perusahaan yang beroperasi di wilayah pedesaan. Mereka meminta PT SIP bersikap terbuka, kooperatif, dan bertanggung jawab, serta menghormati hak-hak petani kecil yang menggantungkan hidup dari lahan pertanian.
Hingga berita ini diturunkan, pihak PT SIP belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pengrusakan tanaman singkong tersebut. Belum adanya klarifikasi dari perusahaan semakin menambah keresahan masyarakat.
Lebih jauh, warga berharap perhatian serius dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, agar kasus ini tidak diabaikan. Mereka menilai peristiwa ini mencerminkan masih lemahnya perlindungan terhadap petani kecil di lapangan.
“Petani miskin jangan terus menjadi korban di tanahnya sendiri. Kami berharap Presiden benar-benar hadir melindungi rakyat kecil,” ungkap salah satu warga.
Masyarakat Desa Talang Batu berharap kasus ini menjadi titik balik bagi pemerintah daerah, aparat penegak hukum, dan pemerintah pusat untuk memperkuat perlindungan hukum bagi petani kecil, sekaligus memastikan keadilan dan kepastian hidup layak bagi keluarga korban.
Awak media berupaya menghubungi perusahaan PT SIP belum dapat di hubungi sampai terbit.
(suf)













