Penamerah.co.id Tumbang Titi, Ketapang – Semangat Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah terasa begitu kuat di wilayah Sungai Damaj, Kecamatan Tumbang Titi, Kabupaten Ketapang. Kegiatan penyembelihan hewan kurban yang dilaksanakan pada Kamis (28/5/2026) atau 11 Zulhijjah 1447 H berlangsung lancar, tertib, dan penuh nuansa kebersamaan sejak pukul 06.00 WIB hingga 16.30 WIB.
Tidak hanya menjadi momentum ibadah, kegiatan kurban tahun ini juga menjadi simbol kuatnya persaudaraan dan toleransi antarumat beragama. Salah satu pemandangan yang menarik perhatian adalah keterlibatan aktif Ketua RT setempat, Bapak Julianus Moto, walaupun beragama non-Muslim. Dengan penuh semangat, beliau turut membantu seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari menguliti hewan, memotong daging, menimbang hingga membagikan daging kurban kepada masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan, sebagian daging kurban juga disalurkan kepada warga non-Muslim di wilayah RT 09 Sungai Damaj. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ketua Panitia Kurban, Uti Muhammad Hamdi, kepada Ketua RT Julianus Moto dan disaksikan oleh seluruh panitia kurban.
Kegiatan ini dipelopori oleh kolaborasi sempurna tiga suku yaitu Dayak, Melayu, dan Jawa di Sungai Damaj, yang disingkat menjadi DAMAJ (Dayak, Melayu, Jawa). Tokoh penggerak utamanya adalah:
Bapak Dodi Ketua Mushola Al-Muhajirin, mualaf sekaligus putra mantan Demung Dayak wilayah Tumbang Titi,
Ustaz Adi atau akrab disapa Ami Adi – tokoh Melayu asli, merupakan salah satu keturunan dari Ulama Pejuang di Tumbang Titi, KH M. Said,
Bapak Abdul Ajis – perantau dari Pulau Jawa yang kini menjadi warga Sungai Damaj.
Kolaborasi ketiga tokoh ini menjadi gambaran nyata harmonisasi masyarakat Sungai Damaj dalam membangun syiar Islam dan menjaga persatuan. Kebersamaan yang terjalin menjadi bukti bahwa perbedaan suku dan latar belakang tidak menjadi penghalang untuk saling mendukung dalam kebaikan.
Di tengah berbagai isu yang berpotensi memengaruhi hubungan antarsuku yang sempat terjadi di beberapa daerah di Kalimantan Barat, masyarakat Sungai Damaj justru menunjukkan teladan yang membanggakan. Kehidupan yang harmonis, saling menghormati, dan gotong royong yang kuat terlihat nyata dalam pelaksanaan ibadah kurban tahun ini.
Selain penyembelihan dan pembagian daging kurban, Mushola Al-Muhajirin juga menggelar kegiatan silaturahmi bersama para mualaf dari berbagai wilayah, seperti Sungai Damaj, Titi Buluh, Jelayan, Natai Panjang, Suka Damai, Kaliampu, hingga Serengkah.
Dalam kesempatan tersebut, Ustaz Adi menyampaikan tausiah mengenai makna kurban sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, pengorbanan, serta sarana memperkuat keimanan dan persaudaraan tanpa memandang latar belakang. Para mualaf yang hadir juga mendapatkan santunan daging kurban, jamuan makan bersama, serta pembinaan keagamaan.
Kegiatan ini turut mendapat dukungan dari berbagai tokoh masyarakat, di antaranya Uti Muhammad Hamdi, Guru Syahri Azuar, Wahyu Dianto, Sunarko, dan Mas Mulyono, serta seluruh warga Sungai Damaj yang menunjukkan kekompakan luar biasa sepanjang kegiatan berlangsung.
Pada kesempatan yang sama juga disampaikan rencana pembentukan organisasi mualaf se-Kecamatan Tumbang Titi yang akan dipusatkan di Mushola Al-Muhajirin. Hal ini merupakan harapan seluruh mualaf yang hadir, agar dapat diadakan pengajian rutinan minimal satu kali setiap bulan. Gagasan tersebut mendapat sambutan positif dan antusias dari para mualaf yang hadir.
Pelaksanaan kurban di Sungai Damaj tahun ini membuktikan bahwa Hari Raya Iduladha tidak hanya menjadi momentum ibadah semata, tetapi juga sarana memperkuat syiar Islam, menumbuhkan kepedulian sosial, mempererat silaturahmi, serta memperkokoh persatuan dan kerukunan antarwarga.
Semoga semangat kebersamaan, toleransi, dan persaudaraan yang terbangun dalam kegiatan ini terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi masyarakat luas dalam merawat persatuan di tengah keberagaman.
(Red)













