Penamerah.co.id Kubu raya— Video pertemuan masyarakat Batu Ampar dengan Bupati Kubu Raya di ruang kerja bupati viral di media sosial. Momen tersebut menjadi sorotan setelah sikap bupati saat menerima aspirasi warga dinilai sejumlah pihak kurang mencerminkan etika komunikasi yang diharapkan dari seorang pejabat publik.
Video yang diunggah akun TikTok PontianakNews.com itu memicu beragam tanggapan masyarakat. Perhatian publik tidak hanya tertuju pada persoalan yang disampaikan warga, tetapi juga pada bahasa tubuh dan cara kepala daerah merespons masyarakat yang datang untuk mengadukan permasalahan mereka.
Dalam rekaman yang beredar, terdapat momen ketika bupati terlihat mengangkat kaki saat pertemuan berlangsung. Gestur tersebut kemudian menjadi bahan perbincangan dan memunculkan penilaian mengenai kepantasan sikap seorang kepala daerah ketika menerima aspirasi masyarakat.
Meski demikian, penilaian terhadap gestur tersebut perlu mempertimbangkan konteks pertemuan secara utuh. Namun, peristiwa ini tetap memunculkan pertanyaan publik mengenai pentingnya menjaga kesopanan dan komunikasi yang menghargai warga dalam forum pelayanan pemerintahan.
Warga yang datang menemui kepala daerah tentu berharap dapat menyampaikan keluhan dengan baik, didengarkan, serta memperoleh tanggapan atas persoalan yang mereka hadapi. Karena itu, sikap yang ditunjukkan pejabat saat menerima masyarakat dapat memengaruhi kepercayaan publik terhadap pelayanan pemerintah.
Dalam audiensi tersebut, masyarakat Batu Ampar menyampaikan sejumlah persoalan, salah satunya terkait aktivitas produksi arang berbahan baku kayu bakau yang menjadi perhatian warga.
Persoalan ini menyangkut kepentingan masyarakat, baik dari sisi mata pencaharian maupun lingkungan. Oleh sebab itu, aspirasi yang disampaikan warga diharapkan mendapat perhatian serius serta tindak lanjut yang jelas dari pemerintah daerah.
Pengamat Herman Hofi: “Kelihatan Keangkuhannya”
Pengamat Herman Hofi turut memberikan tanggapan terhadap video pertemuan tersebut. Melalui pesan WhatsApp, ia menyampaikan komentar singkat mengenai sikap yang terlihat dalam rekaman.
“Hahaha, kelihatan keangkuhannya,” demikian komentar Herman Hofi.
Pernyataan tersebut merupakan penilaian Herman terhadap momen yang menjadi perbincangan publik. Penilaian itu tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran etika, tetapi memperlihatkan bagaimana gestur seorang pejabat dapat memunculkan persepsi tertentu di tengah masyarakat.
Etika Pelayanan Pejabat Publik Jadi Sorotan
Dalam pelayanan publik, pejabat tidak hanya dituntut mendengarkan aspirasi, tetapi juga menjaga sikap, menghormati masyarakat yang berbicara, dan membangun komunikasi yang terbuka.
Ruang kerja kepala daerah semestinya menjadi tempat masyarakat memperoleh kesempatan untuk menyampaikan persoalan dan mencari jalan keluar melalui dialog. Karena itu, kesopanan dan penghormatan terhadap warga menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Di sisi lain, substansi persoalan yang disampaikan warga Batu Ampar juga tidak boleh terabaikan. Masyarakat membutuhkan kejelasan mengenai bagaimana pemerintah daerah menyikapi persoalan produksi arang berbahan baku kayu bakau serta langkah yang akan diambil untuk menindaklanjutinya.
Dengan demikian, perhatian terhadap video tersebut seharusnya tidak berhenti pada perdebatan mengenai gestur atau bahasa tubuh, tetapi juga mendorong keterbukaan pemerintah dalam menjawab aspirasi masyarakat.
Bupati Kubu Raya Diharapkan Berikan Klarifikasi
Klarifikasi dari Bupati Kubu Raya diperlukan untuk menjelaskan konteks pertemuan dan memberikan tanggapan atas beragam penilaian yang berkembang di masyarakat.
Hingga berita ini disusun, awak media masih berupaya menghubungi Bupati Kubu Raya untuk meminta konfirmasi terkait kebenarannya video tersebut. Namun, upaya konfirmasi belum mendapatkan tanggapan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah tidak hanya dibangun melalui kebijakan, tetapi juga melalui cara pejabat berkomunikasi, menerima keluhan, dan memperlakukan warga yang datang mencari solusi.
(Tim)













