Berita  

Warga Desa Keluhkan Proyek Pembangunan Drainase Saluran Air,dikerjakan Pihak Kontraktor/Pelaksana CV.MAKMUR Azas Manfaatnya Kurang Terserap Warga

Penamerah.co.id Bengkayang,Kalbar – Warga Desa Tumiang,Kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang, keluhkan proyek pembangunan drainase saluran air yang dikerjakan pihak kontraktor/pelaksana CV.MAKMUR azas manfaatnya kurang terserap warga sekitar,Jumaat 08 November 2024.

Proyek pembangunan drainase saluran air seharusnya bukan di lokasi tersebut, karena tidak ada azas manfaatnya,lokasi tersebut bukan daerah rawan banjir. Dengan titik koordinat yang tidak sesuai atas dasar kebutuhan warga masyarakat sekitar.

Warga setempat yang namanya tidak ingin disebutkan dia minta di inisialkan namanya PG (35) mengatakan kepada awak media ini menurut ya seharusnya pembangunan drainase ini dibangun dilingkungan yang dataran rendah dan rawan banjir seperti di Dusun Pasrah yang kerap mengalami banjir ketika musim penghujan tiba,bukan ditempat yang dataran tinggi seperti yang dikerjakan oleh CV.MAKMUR itu kan bukan lokasi rawan banjir”,Ucap PG.

Jika kita mencermati dan tentunya perlu kita pahami juga Istilah drainase biasa disebut pada dunia konstruksi, pembangunan, atau jalan dan jembatan. Sistem drainase yang baik akan sangat membantu proses mengalirnya air pada saat musim hujan.

Drainase merupakan sebuah konstruksi yang menjadi media untuk mengalirkan air dari satu titik ke titik lain yang dinilai sangat penting untuk membantu proses pengaliran air seperti curah hujan, agar tidak terjadi genangan atau banjir.

“Dari itu dapat dipastikan bahwa pemilik atau kontraktor pelaksana dari proyek pembangunan drainase itu, mungkin hanya mementingkan keuntungan pribadi dari pada daya guna dan asas manfaat, “Pungkas PG.

Sementara Kepala Desa (Kades) Tumiang (Bagelo), Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang,ketika dikonfirmasi awak media melalui pesan WhatsApp mengatakan,Tergantung penilaian masyarakat, karena mereka koa membangun ina pernah banyak ka desa di mae yg pantas untuk di buat parit lingkungan (bahasa daerah) yang artinya (Karena mereka membangun ngak pernah banyak di desa dimana yang layak untuk dibuat parit lingkungan)”,Tutup Bagelo Kepala Desa Tumiang.

Pewarta Rinto Andeas

Tim Investigasi Awak Media Mata Elang Singbebas