Penamerah.co.id Ketapang – Partai final Bupati Ketapang Cup 2025 antara Kendawangan FC dan Popeye Tim di Stadion Tentemak, Senin (24/11/2025), berakhir antiklimaks setelah kericuhan pada menit-menit awal membuat pertandingan terhenti dan tidak dapat dilanjutkan.
Baru satu menit laga berjalan, benturan keras antara dua pemain memancing ketegangan. Wasit awalnya mengganjar pemain Kendawangan FC bernomor punggung 12 dengan kartu kuning. Namun setelah berdiskusi dengan asisten wasit, hukuman itu dinaikkan menjadi kartu merah.
Keputusan tersebut langsung meledakkan protes dari para pemain Kendawangan. Adu mulut dan dorong-mendorong pecah di tengah lapangan. Kiper Kendawangan FC menjadi salah satu yang paling vokal memprotes keputusan wasit, bahkan sempat mencopot jerseynya ketika meninggalkan lapangan.
Situasi semakin memanas hingga nyaris berujung baku hantam. Wasit kemudian kembali mengeluarkan kartu merah kedua untuk pemain Kendawangan FC. Petugas keamanan bergerak cepat mengamankan wasit dan menenangkan situasi. Melihat kondisi yang tidak kondusif, pertandingan pun resmi dihentikan.
Setelah melakukan musyawarah darurat, panitia pelaksana memutuskan gelar juara dibagi untuk kedua tim sebagai solusi dari insiden tersebut. Keputusan itu langsung memancing kekecewaan para penonton yang sudah memenuhi stadion.
Di tribun, Rudi (34), pendukung Kendawangan FC, mengaku kecewa berat.
“Saya datang dari siang untuk nonton final. Baru mulai satu menit sudah ricuh. Harusnya pemain bisa lebih tenang. Sayang sekali,” ujarnya.
Di sisi lain stadion, Andi (28), pendukung Popeye Tim, melontarkan keluhan serupa.
“Kami mau lihat pertandingan, bukan keributan. Final sebesar ini mestinya bisa dikendalikan. Sayang, akhirnya berakhir tanpa pemenang,” tuturnya.
Final yang sehar













