Penamerah.co.id pontianak|Kegiatan adanya aktivitas damtruk yang keluar masuk. Diduga galian C pengerukan sampah,tanah lumpur mengunakan angkutan mobil dinas PU tujuan dari paris 2 menuju pembuangan lingkungan warga kota baru, kota Pontianak.
Mengakibatkan tanah lumpur dimana mana tercecer di jalanan. Tanah warna hitam lumpur yang diambil dari pengerukan parit jalan Paris yang dikerjakan dinas PUPR mengunakan kendaraan plat merah untuk dibuang ke tempat Lingkungan warga
Material tanah lumpur yang berceceran tersebut terdapat dampak lingkungan akibat adanya aktivitas sejumlah kendaraan damtruk pengangkut sampah tanah lumpur yang keluar masuk di tempat pembuangan tanah milik salah satu warga. Kegiatan mengganggu kenyamanan lingkungan warga para pengguna jalan lainnya.
Anehnya dari pantau media di lokasi di lapangan ditemukan memang benar adanya aktivitas kegiatan pada malam hari penumpukan tanah kayu sampah -sampah mengunakan kendaraan plat merah bertuliskan dinas PU. Keluar dari lokasi lingkungan warga. 15/10/2024
Menurut Keterangan pengendara mengatakan akibat ceceran tanah lumpur tersebut tidak dibersihkan oleh petugas tersebut penguna jalan sulit menghindar lumpur tanah karena was-was takut terjatuh karena akhir akhir ini keadaan cuaca hujan dan jalan licin.

“Kami harapkan kepada pelaksana kegiatan tersebut agar membersihkan ceceran tanah lumpur di jalanan, apabila itu tidak dibersihkan maka tanah hitam lumpur,kayu ,sampah ini membahayakan pengguna jalan.” ucapnya.
Narasumber perkerja PU di lokasi menjelaskan saya cuma perkerja pengawasan mengatur kendaraan keluar masuk, tanah ini berasal dari paris dua di Ayani dan kalau harga penjualan tanah permobil saya tidak tahu bang coba tanya di tempat pengambilan ada orang pengawasan disana. Kami sudah 1 Minggu kerja penimbunan mulai kerja jam 8 malam sampai 4 pagi”ucapannya nama tidak mau gubris kemedia.
Seorang warga Gun kesal karena mobil keluar masuk membawa tanah hitam lumpur , sampah bau, banyak tanah tercecer di jalanan, Apalagi sekarang masuk musin hujan jalan jadi licin”kesalnya karena kendaraanya kotor.
Penamerah. Co. Id menghubungi Bapak Ani Sofian (PJ ) walikota pontianak dalam keterangannya Terkait dengan pembuangan lumpur dengan menggunakan dumtruk pupr memang benar, karena saat ini pemerintah kota pontianak sedang melakukan normalisasi parit, mudah2an kegiatan normalisasi ini bisa mencegah genangan yg mungkin akan terjadi ketika air pasang bersamaan dg curah hujan tinggi di kota pontianak. Mengenai adanya kayu yang jatuh dari dumtruk dan lumpur yang jatuh, sopirnya akan kami ingatkan dan terhadap lumpur akan dibersihkan.
Terima kasih atas informasinya, semoga kita tetap dlm lindungan Allah SWT ” jelasnya
Menambahkan Bapak Ani Sofian (PJ) Walikota pontianak “saya kurang paham teknisnya, mungkin bisa ditanyakan ke kadis pupr, tapi mungkin saja sebelumnya sudah ada izin dg rt, kalau yang seperti foto lokasi yang disampaikan kelihatannya masih jauh dr rumah penduduk. Mungkin langsung tanya sama kadis PUPR Ucapannya
Awak media berupaya menghubungi dinas PU belum bisa dihubungi sampai berita terbit (tim)













