Berita  

Kedok Bengkel Terbongkar, Dugaan Emas Ilegal Mengguncang Bengkayang

Penamerah.co.id Bengkayang| Isu dugaan aktivitas penampungan emas ilegal kembali memanas di Kabupaten Bengkayang. Percakapan WhatsApp yang beredar luas memunculkan nama seorang penampung berinisial A, yang disebut-sebut semakin percaya diri menggerakkan kegiatan tersebut meski sorotan publik semakin tajam.

Bengkel Viral Diduga Kedok Penampungan Emas

Pusat perhatian warga kini tertuju pada sebuah bengkel motor yang mendadak viral di media sosial. Bengkel itu diduga bukan hanya tempat servis kendaraan, tetapi berfungsi sebagai lokasi terselubung bagi transaksi emas hasil kegiatan dompeng.

Sejumlah warga mengaku mencurigai pola aktivitas di bengkel tersebut yang dinilai tidak wajar untuk ukuran usaha reparasi motor. Dalam beberapa percakapan yang beredar, muncul pula dugaan adanya “backing” dari pihak tertentu, bahkan disebut melibatkan oknum media.

Namun hingga kini, tidak ada bukti resmi yang menguatkan tuduhan tersebut**, sehingga warga menuntut klarifikasi terbuka.

Keresahan Warga Meningkat

Isu ini memunculkan kecemasan baru di tengah masyarakat Bengkayang. Dugaan keberadaan lokasi penampungan emas ilegal dikhawatirkan memicu kerentanan sosial, kerusakan lingkungan, serta mempertanyakan integritas penegakan hukum di daerah.

“Kalau benar bengkel itu hanya kedok, berarti sudah sangat lama dibiarkan. Kami minta aparat turun langsung, jangan menunggu isu makin liar, ujar salah satu warga.

Desakan Penindakan Menguat

Warga mendorong aparat penegak hukum untuk segera mengambil langkah konkret, antara lain:

melakukan pemeriksaan terhadap bengkel yang disebut dalam isu,

mengklarifikasi status dan legalitas aktivitas yang berlangsung di lokasi,

memastikan tidak ada pihak yang memberi perlindungan kepada kegiatan yang diduga melanggar hukum.

Masyarakat meminta proses penyelidikan dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesan adanya pembiaran atau perlindungan terhadap aktivitas yang dapat merugikan daerah.

Hingga berita ini diterbitkan,  pihak berwenang belum memberikan pernyataan resmi mengenai dugaan markas penampung emas berkedok bengkel tersebut.

Pihak A yang disebut dalam percakapan publik juga belum memberikan tanggapan saat dihubungi untuk dimintai konfirmasi.

 

(Tim)