Penamerah .co.id Karimun Kepri- Yayasan Masyarakat Peduli Perbatasan Indonesia (YMPPI) Kepri membagikan paket bantuan sembako kepada masyarakat yang berada di Desa Pongkar dan Pulau Karimun Anak Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, Jumat (30/9).
Bantuan ini dilakukan sebagai bentuk dukungan dari YMPPI kepada masyarakat pulau Perbatasan Indonesia-Malaysia-Singapura terhadap penyelenggaraan G20 yang berlangsung di Bali.
“Ini dilakukan untuk mendukung penyelenggaraan G20. Dan ternyata masyarakat di luar Karimun sangat antusias terhadap G20 dan mendukung penuh G20 ini . G20 ini tentunya tidak lepas dari dukungan masyarakat yang berada di wilayah perbatasan Indonesia,” ujar Perwakilan YMPPI provinsi Kepri, Bang Yan.
Bang Yan juga menjelaskan, pada kedatangan kali ini, tidak luput dari keluhan masyarakat terkait ekonomi , pendidikan serta lapangan kerja bagi masyarakat yang berada di luar Pulau Karimun. Keluhan ini akan kita tampung dan akan kita sampaikan ke Pemerintah Daerah setempat agar mendapatkan bantuan yang selayaknya mereka dapatkan. Karena peran masyarakat perbatasan ini sangat penting,” kata dia.
Sementara wakil ketua RT 04 RW 02 Desa Pongkar, Azlan, menyambut baik bantuan yang diberikan Ya MPPI. Menurutnya, program ini sering dilakukan dengan turun langsung untuk berkomunikasi dengan masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih kepada YMPPI, kami tau ini bukan kali pertama mereka mengunjungi kita. Sudah sering turun dan menjalin silaturahmi dengan kita warga di sini,” kata Azlan.
Dia berharap, bantuan sosial serupa juga bisa secara berkala diberikan kepada warganya yang memang mayoritas berprofesi sebagai nelayan.
“Apalagi nelayan ini kan hasilnya tidak tentu, belum lagi BBM yang naik ini. Belum faktor cuaca, kadang hasil yang didapat juga belum maksimal,” jelasnya.
Kunjungi Pulau Perbatasan RI-Malaysia, Karimun Anak
Bantuan serupa juga diberikan kepada masyarakat pulau terluar, Karimun Anak. Pulau ini berada pada garis lalu lintas perairan internasional. Dari pulau Karimun besar, diperlukan waktu sekitar satu jam untuk bisa tiba di pulau yang hanya dihuni 14 kepala keluarga tersebut.
Umumnya, warga yang berada di pulau ini mengeluhkan tingginya harga untuk memperoleh bahan bakar minyak (BBM). Apalagi masyarakat disini belum menerima Bantuan Langsung Tunai ( BLT ) BBM dari Pemerintah Daerah setempat. ” Kata Dedi.
Dedi juga menambahkan, warga sekitar juga sangat menginginkan adanya pembangunan infrastruktur pelantar kapal untuk mempermudah aktivitas sehari-hari.
“Pelantar kami sangat perlu pak, karena kalau air surut itu kami harus jauh berjalan kaki dari batas air untuk bisa tiba di tepi. Jangan memang sangat diperlukan lah,” kata dia.
Untuk keperluan Pendidikan ” kami juga memerlukan sarana dan prasarana yang lengkap pak sebagai penunjang pendidikan sekolah kami biar bisa bersaing dengan yang lain. Ujar Andre Agustia Pratama Spd sebagai guru SD 4 Tebing.
“Kami sangat terima kasih, sudah berkunjung dan memberikan bantuan kepada kami. Serta ada Beberapa hal yang menjadi kebutuhan kami juga kami sudah sampaikan, semoga ke depan silaturahmi ini bisa terus terjaga,” terangnya.