Penamerah.co.id Ketapang, Kalbar – Perkumpulan Lawang Kekayun (PLK) Kabupaten Ketapang turut menyambut kedatangan Komandan Batalyon Infanteri TP 832/PA, Letkol Inf. Sidik Purnomo, S.Hub.Int., bersama Ketua Persit Ny. Rizki Pujilestari dalam prosesi penyambutan yang berlangsung di Markas Yonif TP 832/PA, Jalan Jenggolo, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kabupaten Ketapang, Minggu (26/7/2026).
Penyambutan dilakukan dengan Prosesi Adat Melayu Ketapang yang meliputi Tepung Tawar, Doa Selamat, dan Tetas Kutemare. Rangkaian adat tersebut merupakan simbol penghormatan kepada tamu, doa keselamatan, serta harapan agar pemimpin yang baru diberi keberkahan, kemudahan, dan keberhasilan dalam mengemban amanah pengabdian kepada bangsa dan negara.
Prosesi adat dipimpin oleh Dipertuan Sri Tuan Guru Zunaidi Nawawi Tuan-Tuan, S.Pd.I., yang dikenal sebagai pelaku, penggiat, sekaligus tokoh pelestari kebudayaan Melayu Ketapang. Seluruh rangkaian berlangsung secara khidmat dengan tetap berpedoman pada nilai-nilai adat istiadat Melayu yang diwariskan secara turun-temurun.
Suasana penyambutan semakin semarak ketika para prajurit Yonif TP 832/PA menyanyikan lagu-lagu penyemangat dan yel-yel kebanggaan satuan. Semangat kebersamaan, loyalitas, dan jiwa korsa tampak mewarnai penyambutan tersebut sebagai wujud komitmen prajurit dalam menjaga kedaulatan negara serta memperkuat kedekatan dengan masyarakat.
Ketua beserta keluarga besar Perkumpulan Lawang Kekayun (PLK) Kabupaten Ketapang menyampaikan bahwa penyambutan melalui prosesi adat merupakan bentuk penghormatan kepada tamu sekaligus bagian dari upaya melestarikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Melayu Ketapang.
Menurut PLK, tradisi tersebut menjadi bukti bahwa adat istiadat Melayu tetap hidup, berkembang, dan mampu berjalan berdampingan dengan semangat kebangsaan serta pengabdian kepada negara.
Momentum penyambutan itu juga menegaskan falsafah Melayu, **”Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung,”** yang mengandung makna bahwa setiap orang yang datang hendaknya menghormati adat, budaya, dan nilai-nilai luhur masyarakat setempat.
PLK berharap sinergi antara TNI dan masyarakat adat terus terjalin erat sehingga semangat persatuan, kebersamaan, serta pelestarian budaya Nusantara dapat terus dipertahankan sebagai bagian dari kekuatan bangsa.
Dalam penyambutan tersebut, PLK juga mengusung semboyan “Tuan dan Puan Datang, Kami Menyambut” sebagai ungkapan penghormatan kepada tamu yang datang sekaligus cerminan keramahan masyarakat Melayu Ketapang.
Sumber: Dipertuan Sri Tuan Guru Zunaidi Nawawi Tuan-Tuan, S.Pd.I., Pelaku dan Penggiat Kebudayaan Melayu Ketapang.
(Tim)













