Berita  

TNI Diserang di Area Tambang Emas Pekerja TKA, Warga Ketapang Diliputi Rasa Takut

Penamerah.co.id Kalbar|Sebanyak 15 Warga Negara Asing (WNA) asal China diduga membuat keributan hingga melakukan penyerangan di kawasan tambang emas milik PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM), Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Peristiwa tersebut mengakibatkan lima anggota TNI menjadi korban penyerangan serta dua unit kendaraan perusahaan mengalami kerusakan.

Insiden bermula saat petugas pengamanan perusahaan mendapati adanya aktivitas penerbangan drone di area tambang. Pada waktu bersamaan, lima anggota TNI dari Batalyon Zeni Tempur 6/Satya Digdaya (Yonzipur 6/SD) Anjungan tengah berada di lokasi untuk melaksanakan kegiatan latihan dasar satuan.

Petugas pengamanan bersama anggota TNI kemudian melakukan pengejaran terhadap pilot drone. Sekitar 300 meter dari pintu masuk PT SRM, mereka menemukan empat WNA yang diduga menerbangkan drone. Namun situasi mendadak memanas ketika sebelas WNA lainnya datang ke lokasi.

Kelompok tersebut diduga membawa empat bilah senjata tajam, airsoft gun, serta alat setrum. Aksi tersebut berujung pada penyerangan terhadap anggota TNI dan perusakan kendaraan perusahaan.

Aparat keamanan segera melakukan penanganan untuk mencegah situasi semakin memburuk. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan guna mengungkap motif serta kronologi lengkap kejadian tersebut.kutip tiktok informasi kalbar

Sejumlah warga setempat menyampaikan kekhawatiran atas keberadaan tenaga kerja asing (TKA) di PT Sultan Rafli Mandiri (PT SRM), Kabupaten Ketapang. Mereka menilai insiden tersebut sebagai kejadian yang mengerikan dan berpotensi mengancam keselamatan.

“Kalau anggota TNI saja sampai diserang dan dipukul mundur, apalagi kami sebagai warga sipil,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Warga berharap aparat keamanan dan pihak berwenang dapat bertindak tegas serta meningkatkan pengawasan demi menjaga keamanan dan ketertiban di sekitar wilayah perusahaan.

Awak media berupaya menghubungi kapolres ketapang belum ada jawaban.. Sampai berita terbit.

(Tim)