Penamerah.co.id Ketapang – Petani di desa sungai Pelang wilayah kecamatan matan hilir selatan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat masih menghadapi sejumlah kendala dalam meningkatkan hasil pertanian. Persoalan utama yang dikeluhkan masyarakat kondisi irigasi yang belum berfungsi secara maksimal serta tingginya biaya produksi akibat mahalnya harga pupuk.
Lahan persawahan yang telah dikelola masyarakat selama bertahun-tahun belum mampu menghasilkan panen secara optimal. Salah satu penyebabnya adalah keterbatasan sistem pengairan. Saluran irigasi yang tersedia belum mampu mendistribusikan air secara merata ke seluruh area persawahan, terutama saat musim kemarau.
Kondisi tersebut berdampak pada pertumbuhan tanaman padi dan produktivitas lahan. Petani harus menghadapi risiko penurunan hasil panen akibat kebutuhan air yang tidak selalu terpenuhi.
Selain masalah irigasi, petani juga mengeluhkan tingginya harga pupuk. Pupuk yang diperoleh melalui pemasok di desa sungai Pelang, Kabupaten Ketapang, dinilai masih cukup mahal sehingga menambah beban biaya usaha tani. Kondisi ini membuat petani harus mengeluarkan modal lebih besar, sementara hasil panen belum selalu memberikan keuntungan yang memadai.
Seorang petani yang ditemui awak media di lokasi, menyampaikan bahwa saat ini kegiatan penanaman sawah mengalami kendala akibat kurangnya pasokan air. Ia berharap adanya dukungan irigasi yang memadai serta ketersediaan pupuk agar hasil pertanian dapat berjalan maksimal. Sapaan Atok
Tokoh pemuda Pelang, sot, berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk membantu masyarakat petani.
“Kami berharap pemerintah cepat tanggap melihat kondisi petani. Jangan sampai petani terus mengeluarkan biaya besar, tetapi hasil yang didapat tidak sebanding. Irigasi perlu diperbaiki, petani membutuhkan traktor untuk membantu pengolahan lahan, dan pupuk harus lebih mudah diperoleh dengan harga yang terjangkau,” ujar Sot
Menurutnya, perhatian terhadap sektor pertanian sangat penting karena menyangkut keberlangsungan ekonomi masyarakat dan ketahanan pangan. Tanpa dukungan sarana dan prasarana yang memadai, petani akan kesulitan meningkatkan produktivitas lahan.
Masyarakat berharap pemerintah dapat segera melakukan perbaikan jaringan irigasi, menyediakan alat dan mesin pertanian, serta memperbaiki akses distribusi pupuk agar kebutuhan petani dapat terpenuhi.
Petani menilai, pembangunan sektor pertanian tidak cukup hanya dengan program di atas kertas, tetapi membutuhkan tindakan nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di lapangan.
(Red)













