Penamerah.co.id Lampung| Dua perusahaan pemenang proyek jalan hotmix dan drainase senilai Rp29 miliar antara Desa Panaragan (Tubaba) dengan Desa Tegal Mukti dan Tajab (Waykanan) ternyata menyerahkan pengerjaannya kepada pihak ketiga.
Akibatnya, di lapangan, pengerjaannya terkesan asal-asalan. Pemenang tender CV SAP menyerahkan pengerjaan proyek senilai Rp14,5 miliar kepada subkontraktor. Demikian juga CV. RC, pihak ketiga yang mengerjakan proyek senilai Rp14,6 miliar.
Soal pengerjaan dinilai asal-asalan, beberapa hari lalu, subkontraktornya, Sunariyah mengatakan pengerjaan proyeknya disesuaikan dengan kondisi sepanjang ruas jalan dan drainase proyek.
Fakta lapangannya, pembangunan drainase tidak dilakukan sepanjang jalan, hanya di beberapa titik, dengan ketebalan dan lebar, yang berbeda-beda.
Misalnya, panjang jalan Ruas Tegal Mukti menuju Tajab sepanjang 2 km, pembangunan drainasenya hanya sepanjang kurang lebih 500 meter. Sedangkan pada ruas jalan Panaragan menuju Tegal Mukti sepanjang 1,8 km.
Pasangan batu drainase memiliki ketebalan sekitar 30 cm di Waykanan dan 20 cm dengan lebar 50 cm di Tubaba. Lantai drainase sisa adonan semen bahkan terdapat drainase yang tidak dilantai menggunakan semen
Dikonfirmasi, kontraktor dan Kepala Dinas BMBK, M. Taufiqullah tidak merespons panggilan maupun pesan yang dikirim hingga berita ini diterbitkan. (Tim)













