Penamerah.co.id,Bengkayang,Kalbar ~Proyek tambal sulam ruas Jalan Bengkayang–Singkawang kembali menuai sorotan publik. Pekerjaan perbaikan jalan yang dilakukan di sejumlah titik tersebut diduga tidak berkualitas dan terkesan dikerjakan asal jadi. Kondisi permukaan jalan bahkan dinilai menyerupai hamparan sertu yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Berdasarkan pantauan awak media di lapangan pada Jumat, 27 Desember 2025 sekitar pukul 11.21 WIB, material tambalan terlihat tidak menyatu dengan badan jalan lama. Lapisan aspal tampak tipis, mudah terkelupas, dan di beberapa titik sudah kembali mengalami kerusakan meskipun belum lama dilakukan perbaikan.

Selain itu, kondisi jalan yang berpasir menimbulkan debu beterbangan saat cuaca panas, serta menjadi licin dan rawan kecelakaan ketika hujan turun. Hal ini jelas mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
Seorang warga yang kerap melintasi jalur Bengkayang–Singkawang mengaku kecewa dengan kualitas pengerjaan proyek tersebut. Menurutnya, metode tambal sulam yang dilakukan tidak memberikan solusi jangka panjang terhadap kerusakan jalan.
“Baru ditambal, tapi sudah hancur lagi. Ini seperti hanya ditaburi kerikil, bukan diperbaiki dengan benar,” ujarnya.
Warga lainnya menambahkan bahwa kondisi jalan yang tidak rata dan berpasir membuat pengendara harus ekstra waspada. Risiko tergelincir dinilai cukup tinggi, khususnya bagi kendaraan roda dua.

Masyarakat pun mendesak agar instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut. Mereka meminta kualitas material, metode pengerjaan, serta pengawasan proyek, khususnya dari Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi, agar benar-benar diperhatikan.
“Jalan ini merupakan akses utama Bengkayang–Singkawang. Jangan sampai keselamatan masyarakat dikorbankan akibat pekerjaan yang tidak maksimal,” tegas salah seorang warga.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi penanggung jawab belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan rendahnya kualitas pengerjaan tambal sulam ruas Jalan Bengkayang–Singkawang tersebut.
( NZ 77 )













